WARGA DESA SAOTENGAH HADIRI UNDANGAN BERBURU BABI

Warga Desa Saotengah Hadiri Undangan Berburu Babi


Sekelompok warga desa Saotengah bergegas menuju desa Bua memenuhi undangan berburu babi (Babi perusak tanaman). Tradisi berburu babi bagi masyarakat Tellulimpoe setiap tahunnya di gelar, di desa Bua setiap hari minggu pada musim kemarau. Kendati lokasi hutan sudah tidak ada lagi, dikenal tempat berkembang biak babi hutan. Namun setiap musim kemarau turun temurun tradisi berburu babi masih menjadi kewajiban masyarakat tellulimpoe. (27/10/19).



Firman warga desa Saotengah selaku koordinator kelompok berburu babi bersama teman temannya dengan persiapan lengkap untuk berburu. Jarak tempuh lokasi perburuan dari desa Saotengah dengan Desa Bua lumayan jauh. Walaupun satu kecamatan. Namun perjalanan kesana butuh kendaraan mobil, dengan jumlah personil diatas dua puluh orang yang berangkat. Ketika ditanya warga"Kenapa mestinya jauh jauh datang berburu sementara di desa Saotengah juga banyak babi? Jawab : Keamanan ternak warga terhadap anjing buruan tidak bisa dijamin pak, "Ujar Firman.



Antusias masyarakat desa Saotengah dalam berburu merupakan hobi dan kebiasaan, yang sudah menjadi tradisi. Seperti halnya yang dilakukan Firman ,berburu adalah hobi baginya setiap hari minggu tak ketinggalan hadiri  kegiatan berburu babi bersama kelompoknya. Beberapa desa di kecamatan Tellulimpoe, hewan yang satu ini merupakan hama terbesar  perusak tanaman warga (Babi Hutan).Walaupun lahan hutan sebagai habitatnya sudah tidak ada lagi,tapi masih berkembang biak di lahan -lahan kebun warga.(UYA)


Post a Comment

0 Comments