CERITA OMPOE BAGIAN DARI SEJARAH SAOTENGAH

CERITA OMPOE BAGIAN DARI BUKTI SEJARAH SAOTENGAH


KIM Sitinaja: Saotengah.
Ompoe adalah suatu nama perkampungan pada zaman dahulu kala. Dimasa kerajaan Bulo-Bulo, Ompoe adalah wilayah Arung  Nangka.Pada tahun 1962 wilayah nangka mengalami pemekaran kekuasaan menjadi desa Saotengah dibawa kepemimpinan A. Bennu sebagai pejabat sementara saat itu. Ketika keadaan pemerintahan Saotengah mengalami komplit berkepanjangan. Diadakan pemilihan kepala desa diikuti lima kandidat pada tahun 1967. Dan yang menjadi pemenang pada kompetensi tersebut adalah A. Mattoana Kadir yang sempat dilantik jadi kepala desa saotengah. Kampung Ompoe berubah menjadi dusun Lappae, dan menjabat Kadus Abd. Karim pada tahun 1990-an.
Kebiasaan masyarakat Ompoe yang menjadi catatan sejarah adalah berburu rusa, dan suatu rumah pohon yang disebut, "Langkeangnge dengan sebutan bahasa bugis". Konon sejarahnya Langkeangnge dijadikan sebagai tempat istirahat para paduka atau petinggi saat ada acara berburu di lokasi Ompoe. Selain tempat istirahat, juga di fungsikan sebagai tempat pertemuan para sesepuh penguasa kampung.
Masyarakat Ompoe dikala itu selain berburu. Ia bercocok tansm jagung dengan tumbuh subur berlimpah. Dari khas jagung tumbuh subur, dan buah besar, maka istilah  "Tancong hampir jadi nama suatu desa. Pada saat perubahan nama Arung jadi desa tergagaslah dua nama untuk dipilih menjadi nama desa yakni: Desa Tancong dan Desa Saotengah.Hasil kesepakatan musyawarah saat itu adalah Desa Saotengah yang disetujui pada musyawarah tersebut. (UYA)



Post a Comment

0 Comments